Penulis dan Juru Foto : Tan Sudemi
Perayaan arak-arakan yang untuk tahun 2012 adalah yang ke-14 kali jatuh pada hari Sabtu, 06 Oktober, secara tradisional disebut Gotong Toa peh kong. Tradisi ini berawal pada tahun 1856 tahun Naga Tanah. Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada tahun 1684 baru dipugar untuk kedua kalinya, setelah pemugaran pertama tahun 1774. Selesai dipugar, kim-sin Yang Mulia dan Suci (YMS) Kwan Im Hud Couw, yang juga dikenal dan dimuliakan sebagai Guan Shi Yin. Pada waktu pemugaran disemayamkan sementara di Kelenteng Boen San Bio di Pasar Baru dan disambut kembali ke kelenteng yang selesai dipugar dengan arak-arakan yang sangat ramai. Sejak itulah peristiwa tersebut menjadi tradisi yang diulang kembali setiap 12 tahun sekali, yakni setiap tahun Naga. Pada saat prosesi biasanya diiringi dengan berbagai atraksi seperti barongsay, liong, dan lain-lainnya. Kim sin yang diarak berkeliling kota Tangerang yaitu :
a. Yang Suci Kha Lam Ya dengan diiringkan payung warna merah
b. Yang Suci Kwan Tee Kun dengan diiringkan payung warna hijau
c. Yang Mulia dan Suci Kwan Im Hud Couw dengan diiringkan payung warna kuning
Perayaan arak-arakan yang untuk tahun 2012 adalah yang ke-14 kali jatuh pada hari Sabtu, 06 Oktober, secara tradisional disebut Gotong Toa peh kong. Tradisi ini berawal pada tahun 1856 tahun Naga Tanah. Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada tahun 1684 baru dipugar untuk kedua kalinya, setelah pemugaran pertama tahun 1774. Selesai dipugar, kim-sin Yang Mulia dan Suci (YMS) Kwan Im Hud Couw, yang juga dikenal dan dimuliakan sebagai Guan Shi Yin. Pada waktu pemugaran disemayamkan sementara di Kelenteng Boen San Bio di Pasar Baru dan disambut kembali ke kelenteng yang selesai dipugar dengan arak-arakan yang sangat ramai. Sejak itulah peristiwa tersebut menjadi tradisi yang diulang kembali setiap 12 tahun sekali, yakni setiap tahun Naga. Pada saat prosesi biasanya diiringi dengan berbagai atraksi seperti barongsay, liong, dan lain-lainnya. Kim sin yang diarak berkeliling kota Tangerang yaitu :
a. Yang Suci Kha Lam Ya dengan diiringkan payung warna merah
b. Yang Suci Kwan Tee Kun dengan diiringkan payung warna hijau
c. Yang Mulia dan Suci Kwan Im Hud Couw dengan diiringkan payung warna kuning
Guan Shi Yin Po Sat adalah terjemahan harfiah dari bahasa Sansekerta, Avalokitesvara, yang mempunyai arti sebagai berikut :
Guan
artinya melihat atau merenungi
Shi
artinya dunia, alamnya orang yang menderita
Yin
artinya segala suara dari dunia, jeritan atau ratapan dari makhluk hidup, lahir maupun batin.
Yang semuanya ini menyentuh lubuk hati Sang Dewi Welas Asih.
Po Sat
artinya orang suci
Sebab itu Guan Shi Yin adalah Bodhisattva yang melambangkan hati yang welas asih dan penyayang, yang tertanam dalam hati setiap pemujanya. Mereka percaya bahwa Guan Shi Yin dapat mendengarkan keluh kesah mereka yang menderita dan datang menolong dengan wujud yang berbeda-beda.
Setiap tahun para pemuja Guan Shi Yin selalu memperingati hari-hari besarnya. Secara garis besar dalam satu tahun ada tiga hari besar untuk menghormati Dewi Kwan Im
1. Tanggal 19 bulan 2 Imlek hari lahirnya
2. Tanggal 19 bulan 6 Imlek, Guan Yin meninggalkan raganya
3. Tanggal 19 bulan 9 Imlek, Guan Yin mencapai kesempurnaan
Mereka yang mempunyai kepercayaan kepada Dewi Kwan Im Hud Couw, telah seringkali memperoleh dan mengalami pertolongan-Nya. Banyak kisah tentang keajaiban Dewi Kwan Im di Kelenteng Boen Tek Bio, misalnya
1. Pada tahun 1883, Gunung Krakatu meletus, sehingga terjadi banjir di Kota Tangerang, namun Kelenteng Boen Tek Bio tidak mengalami kebanjiran.
2. Kira-kira pertengahan tahun 1887, diwaktu tengah malam air sungai Cisadane yang mengalir dari daerah Bogor ke Tangerang telah meluap dengan sangat hebat sekali, sehingga menggenangi sebagian besar kota Tangerang setinggi lebih dari 1 meter. Banyak sekali hewan ternak yang mati dan penduduk yang tidak berdaya melihat harta bendanya hanyut. Namun, sungguh ajaib, air tersebut mengalir ke sisi kiri dan kanan dari Kelenteng Boen Tek Bio, sehingga halaman luar maupun bagian dalam dari Kelenteng Boen Tek Bio tidak tergenang air. Penduduk Tangerang banyak yang berlindung di Kelenteng Boen Tek Bio pada saat peristiwa itu.
3. Pada tahun 1942, Jepang masuk kota Tangerang, jatuh dua buah bom mortar, yang satu di atas wuwungan Kelenteng Boen Tek Bio dan yang satunya lagi disamping belakang, tetapi bom itu tidak meledak.
![]() |
Pembawa pataka Perkumpulan Boen Tek Bio Prosesi 12 Tahunan 17 September 2000 |
![]() |
Arak-arakan Prosesi Pembawa Joli Yang Mulia dan Suci Guan Shi Yin Po Sat 17 September 2000 |
![]() |
Siswa-siswi SMK Setia Bhakti turut aktif Prosesi 12 Tahunan Boen Tek Bio 17 September 2000 |
![]() |
Aktraksi Drumband dari Sekolah Perkumpulan Strada Kota Tangerang 17 September 2000 |
Sumber Pustaka :
1. Legenda YMS Kwan Se Im Po Sat – Boen Tek Bio Tahun 2002
2. Sejarah Singkat Boen Tek Bio 17 September 2010
3. Buku Kenangan Prosesi 12 Tahunan YMS Kwan Im Hud Couw – Boen Tek Bio 2012
4. Majalah Suara Baru edisi No.8/ tahun I Cap It Gwee 2551 / Desember 2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar